Senin, 11 Januari 2010

TEHNIK HIDUP DI ALAM BEBAS

MEMBUAT TEMPAT PERLINDUNGAN

(SHELTER)

Maksut dan tujuan pembuatan shelter ialah untuk melindungi diri dari pengaruh alam, seperti panas, hujan, angin, dan dingin. Sehingga berguna untuk membuat perlindungan arau dari bahan-bahan yang tersedia di alam,misalnya dedaunan ranting pohon,dan sebagainya.

Berbagai syrat yang harus di perhatikan apabila membuat shelter antara lain:



- Jangan membuat shelter di tempat yang mungkin terjadi BAnjir pada waktu hujan. akan bebahaya bagi diri kita.
- Di atas shelter hendaknya tidak ada pohon atau cabang yang mati atau busuk. Karena membahayakan kalau runtuh mengenai anda. Dan coba perhatikan jangan sampai di bawah pohon kelapakarena jatuhnya kelapa dari bisa saja terjadi kapan pun. Dan usahakan klau membuat shelter jangan dui bawah pohon yang sudah rapuh atu di bawah cabang ang sudah membusuk atau mati.
- Pilihlah tempat yang bukan sarang nyamuk atau di dapati serangga. Juga tanaman busuk akan membuat tempat anda kurang nyaman.
- Dan yag paling penting itu pililah bahan yang kuat untuk membuat shelter yang baik dan nyaman bagi anda.

PEMBUATAN SHELTER

Pembuatan sehelter itu bisa menggunakan ponco atau plastik. KEguanaan dari Ponco sendiri itu bisa berfungsi sebagai jas hujan,ponco juga dapat du gunakan sebagai alas ,atau penampung air hujan bial memerlukan cadangan air. Tapi yang lazim dibawa baisanya plastik yang berukuran 2X2 Meter atau 2X1.5 Meter.

Bagi seorang survaivor, tidak akanm bawa shelter dari tenda. Karena seorang survaivor tidak mengenal kenyamanan yang terlalu.

Jenis-jenis shelter















inilah jenis-jenis shelter yang di gunakan para survivor


Read more

Sabtu, 09 Januari 2010


Peralatan yang di butuhkan dalam Pendakian

1. Tali Pendakian

Fungsi utamanya dalam pendakian adalah sebagai pengaman apabila jatuh.Dianjurkan jenis-jenis tali yang dipakai hendaknya yang telah diuji oleh UIAA, suatu badan yang menguji kekuatan peralatan-peralatan pendakian. Panjang tali dalam pendakian dianjurkan sekitar 50 meter, yang memungkinkan leader dan belayer masih dapat berkomunikasi. Umumnya diameter tali yang dipakai adalah 10-11 mm, tapi sekarang ada yang berkekuatan sama, yang berdiameter 9.8 mm.
Ada dua macam tali pendakian yaitu :

* Static Rope, tali pendakian yang kelentirannya mencapai 2-5 % fari berat maksimum yang diberikan. Sifatnya kaku, umumnya berwarna putih atau hijau. Tali static digunakan untuk rappelling.
* Dynamic Rope, tali pendakian yang kelenturannya mencapai 5-15 % dari berat maksimum yang diberikan. Sifatnya lentur dan fleksibel. Biasanya berwarna mencolok (merah, jingga, ungu).

2. Carabiner


Adalah sebuah cincin yang berbentuk oval atau huruf D, dan mempunyai gate yang berfungsi seperni peniti. Ada 2 jenis carabiner :

* Carabiner Screw Gate (menggunakan kunci pengaman).
* carabiner non screw gate (tanpa kunci pengaman)

3. Sling


Sling biasanya dibuat dari tabular webbing, terdiri dari beberapa tipe. Fungsi sling antara lain :
- sebagai penghubung
- membuat natural point, dengan memanfaatkan pohon atau lubang di tebing.
- Mengurangi gaya gesek / memperpanjang point
- Mengurangi gerakan (yang menambah beban) pada chock atau piton yang terpasang.mau atau sling itu apa ini

4. Descender


Sebuah alat berbentuk angka delapan. Fungsinya sebagai pembantu menahan gesekan, sehingga dapat membantu pengereman. Biasa digunakan untuk membelay atau rappelling.untuk mengetahuai gamabarnya klik ajah

5. Ascender

Berbentuk semacam catut yang dapat menggigit apabila diberi beban dan membuka bila dinaikkan. Fungsi utamanya sebagai alat Bantu untuk naik pada tali.

6. Harnes / Tali Tubuh


Alat pengaman yang dapat menahan atau mengikat badan. Ada dua jenis hernas :

* Seat Harnes, menahan berat badan di pinggang dan paha.
* Body Harnes, menahan berat badan di dada, pinggang, punggung, dan paha.
Harnes ada yang dibuat dengan webbning atau tali, dan ada yang sudah langsung dirakit oleh pabrik dan juga buisa buat sendiri dengan tali yang kusus.... mau tau klik disini


7. Sepatu


Ada dua jenis sepatu yang digunakan dalam pemanjatan :

* Sepatu yang lentur dan fleksibel. Bagian bawah terbuat dari karet yang kuat. Kelenturannya menolong untuk pijakan-pijakan di celah-cleah.
* Sepatu yang tidak lentur/kaku pada bagian bawahnya. Misalnya combat boot. Cocok digunakan pada tebing yang banyak tonjolannya atau tangga-tangga kecil. Gaya tumpuan dapat tertahan oleh bagian depan sepatu.sepatu ini sangat penting bagi pendaki mau tau sepatunya klik disini!!

8. Anchor (Jangkar)

Alat yang dapat dipakai sebagai penahan beban. Tali pendakian dimasukkan pada achor, sehingga pendaki dapat tertahan oleh anchor bila jatuh. Ada dua macam anchor, yaitu :

* Natural Anchor, bias merupakan pohon besar, lubang-lubang di tebing, tonjolan-tonjolan batuan, dan sebagainya.
* Artificial Anchor, anchor buatan yang ditempatkan dan diusahakan ada pada tebing oleh si pendaki. Contoh : chock, piton, bolt, dan lain-lain. mau tau ancor gimna ini


Prosedur Pendakian

Tahapan-tahapan dalam suatu pendakian hendaknya dimulai dari langkah-langkah sebagai berikut

1. Mengamati lintasan dan memikirkan teknik yang akan dipakai.
2. Menyiapkan perlengkapan yang diperlukan.
3. a. Untuk leader, perlengkapan teknis diatur sedemikian rupa, agar mudah untuk diambil / memilih dan tidak mengganggu gerakan. Tugas leader adalah membuka lintasan yang akan dilalui oleh dirinya sendiri dan pendaki berikutnya.
b. Untuk belayer, memasang anchor dan merapikan alat-alat (tali yang akan dipakai). Tugas belayer adalah membantu leader dalam pergerakan dan mengamankan leader bila jatug. Belayer harus selalu memperhatikan leader, baik aba-aba ataupun memperhatikan tali, jangan terlalu kencang dan jangan terlalu kendur.
4. Bila belayer dan leader sudah siap memulai pendakian, segera memberi aba-aba pendakian.
5. Bila leader telah sampai pada ketinggian 1 pitch (tali habis), ia harus memasang achor.
6. Leader yang sudah memasang anchor di atas selanjutnya berfungsi sebagai belayer, untuk mengamankan pendaki berikutnya.
Read more
 

KEHIDUPAN SEMATA Design by Insight © 2009